Prof. Dr. IB Raka Suardana.
DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Devisa merupakan istilah yang sering dikaitkan dengan kegiatan ekonomi internasional, terutama perdagangan dan pariwisata.
Secara umum, devisa mengacu pada mata uang asing yang diperoleh suatu negara dari kegiatan ekspor, wisatawan asing, investasi asing, maupun remitansi dari pekerja migran.
Dalam konteks ini, penting untuk membedakan bahwa devisa bukanlah pendapatan pemerintah, melainkan pendapatan negara, karena devisa berperan langsung dalam komponen-komponen Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara.
Devisa dan PDB
Devisa secara langsung berhubungan dengan komponen ekspor bersih dalam perhitungan PDB. PDB, yang merupakan indikator utama untuk mengukur kinerja ekonomi suatu negara, dihitung berdasarkan empat komponen utama: konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor bersih (ekspor dikurangi impor).
Devisa berasal dari transaksi ekspor barang dan jasa yang menghasilkan pendapatan dalam mata uang asing. Ketika devisa masuk ke negara, hal ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang bersumber dari perdagangan internasional.
Sumber-sumber utama devisa:
1. Ekspor Barang dan Jasa
Setiap kali sebuah negara mengekspor barang, seperti komoditas atau produk manufaktur, serta jasa seperti pariwisata atau layanan bisnis, negara tersebut menerima devisa. Devisa dari ekspor berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
2. Industri Pariwisata
Salah satu penyumbang devisa yang signifikan adalah sektor pariwisata. Ketika wisatawan asing mengunjungi sebuah negara, mereka membelanjakan uang mereka dalam mata uang asing, yang kemudian dikonversi menjadi devisa.










