Secara teknis, menurut dia, tes tahap awal akan dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Negara yang memang sudah disiapkan menjadi rumah sakit rujukan covid di Bali. Juga nantinya dilaksanakan di sejumlah puskesmas dibawah dinas kesehatan Jembrana .
Sementara direktur RSU Negara , dr IGB Oka Parwata mengatakan Rapid test merupakan langkah awal cepat untuk mengidentifikasi penularan Corona. "Jadi lebih cepat karena hasilnya cukup 15 mencit. Tapi untuk memastikan hasil yang lebih akurat , tetap butuh nasip pemeriksaan laboratorium, “ ujar Oka Parwata.
Pihak RSU Negara juga telah melaksanakan rapid test Rabu (1/4/2020) pagi, bagi petugas medis yang selama ini terlibat dalam penanganan corona. Termasuk dilakukan kepada mereka yang masuk dalam kategori pemantauan untuk mengetahui lebih cepat sekaligus melaksanakan tindakan lanjutan.
Rapid Tes tahap pertama juga dikuti Bupati Jembrana Putu Artha, Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan, Sekda Jembrana, I Made Sudiada serta pejabat penanganan Covid-19 Jembrana karena rentan terpapar selama melaksanakan tugas tugas penanganan covid-19.Hasil tes bupati, wakil dan seluruhnya, hasilnya negatif.
Tak hanya itu, Pemkab Jembrana juga akan membeli lagi alat rapid tes sebanyak 5000 buah guna memperluas screening orang orang yang masuk dalam pemantauan. Dananya dari anggaran perubahan mendahului hasil penyisiran sejumlah kegiatan diseluruh OPD. Disiapkan total anggaran untuk penanganan covid-19 sebesar Rp. 18 M. Angka itu masih memungkinkan ditambah lagi disesuaikan dengan perkembangan Covid-19 di Jembrana. (arw).










