Tidak berhenti disana, Perbekel Made Astawa bersama seluruh perangkat desa juga mengembangkan wadah penyebarluasan informasi digital program pembangunan dengan melakukan analisa perkembangan digitalisasi yang berkembang di masyarakat.
Hingga kini, Pemdes Pejarakan juga terjun lansung di media sosial facebook dan instagram dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. “Kami sudah berbagi link media internal Pemdes Pejarakan kepada masyarakat , sehingga dengan cepat berbagai informasi program-program pembangunan diketahui langsung oleh masyarakat. Melalui media ini juga kami bisa menangkal HOAX yang cepat tersebar di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Perbekel Made Astawa menambahkan, berkat komitmen penuh pihaknya bersama jajaran dan dukungan masyarakat, beberapa waktu lalu pada event Buleleng Development Festival, Pemdes Pejarakan berhasil meraih Juara I dalam Lomba Pengelolaan Website Desa atau Kelurahan se-Kabupaten Buleleng yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Buleleng.
Raihan luar biasa itu menjadi pemacu Pemdes Pejarakan dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. “Kami selalu merespon cepat setiap pertanyaan dari masyarakat lewat website atau media sosial. Ini bisa kami lakukan karena setiap akun pribadi kami terhubung dengan akun Pemdes Pejarakan. Semua kegiatan kami juga selalu kami publikasikan agar masyarakat tahu,” terang Perbekel Made Astawa.
Kendatipun terbilang ‘ngebut’ menerapkan digitalisasi dalam setiap kegiatan Pemdes, pihaknya juga tidak meninggalkan penyebarluasan informasi melalui media cetak seperti baliho. Perbekel Made Astawa mencetak informasi pengelolaan keuangan desa dan program-program pembangunan desa dalam bentuk baliho untuk kemudian dipasang pada setiap perbatasan desa dan banjar atau dusun di Desa Pejarakan.










