Sri Armini juga menginformasikan kepada para steakholder hingga tingkat Desa maupun Dusun untuk memberikan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan vaksinasi JE hingga minggu kedua di bulan Mei ini . Selain itu, pihaknya juga turut menghimbau masyarakat untuk berperan aktif untuk ikut serta dalam vaksinasi JE agar tidak terkena virus JE.
“Diharapkan masyarakat memanfaatkan waktu tambahan hingga 12 Mei ini dan pro aktif dalam mengikuti vaksinasi guna meminimalisir adanya kasus JE di Bali, khususnya Kota Denpasar,” tandasnya, sembari menyebut Japanese Encephalitis merupakan penyakit zoonosa yang dapat menyebabkan terjadinya radang otak pada hewan dan manusia. Penyakit ini bersifat arbovirus karena ditularkan oleh nyamuk, babi, dan atau burung rawa. Manusia sendiri bisa tertular virus JE bila tergigit oleh nyamuk Culex Tritaeniorhynchus yang terinfeksi. Nyamuk golongan Culex ini banyak terdapat di persawahan dan area irigasi dan biasa beraktivitas di malam hari. (car)










