Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa mengatakan sistem pengelolaan drainase di Denpasar terbagi menjadi lima sistem.
Sistem pertama berada di Tukad Badung, sistem kedua Tukad Ayung, sistem ketiga Tukad Mati, sistem keempat meliputi kawasan Renon, Panjer, Sanur, Sidakarya dan sekitarnya, sedangkan sistem kelima berada di Pemogan. "Masing-masing sistem itu ada strategi tersendiri di dalam pengendalian pengelolaan untuk mengantisipasi banjir," ungkap Cipta Sudewa.
Cipta menyebutkan terdapat lima faktor yang secara umum dapat menyebabkan banjir. Pertama adalah kondisi geografis, termasuk kawasan yang berada di daerah cekungan seperti Bumi Ayu. Faktor berikutnya adalah sampah di sungai, sedimentasi, penyempitan sungai akibat berkurangnya sempadan karena pembangunan, serta faktor alam.
Dari lima faktor tersebut, sampah disebut menjadi penyebab yang paling sering memicu terjadinya banjir. Karena itu, upaya pengendalian banjir tidak cukup hanya mengandalkan pengerukan sungai maupun pembangunan drainase. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai juga menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya banjir. (Car)










