Ditambahkan, Dekranasda sendiri ini fungsinya adalah melakukan pemetaan jumlah maupun jenis pengrajin yang ada di Kabupaten Gianyar, memfasilitasi pemasaran melalui event pameran. Saat ini selain pameran, pemasaran yang paling efektif adalah melalui media sosial. Kita harus melek IT, manfaatkan semua media untuk berpromosi ini lebih efektif karena bisa dilihat oleh banyak orang tanpa harus bersusah payah mendatangi mereka.
Dekranasda juga mencoba bekerjasama dengan Yayasan Mudra Swari Saraswati yang diketuai Janet De Neefe untuk membantu mempromosikan kerajinan tenun songket di Gianyar yang ada di Desa Pengembungan. Dengan harapan tenun ini bisa dipromosikan pada setiap event yang mereka buat. Sementara itu Janet De Neefe, Ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati, yang menggagas Ubud Writers Festival dan Ubud Food Festival, mengatakan pihaknya khusus untuk membantu mempromosikan ekonomi kreatif di Bali. Kebetulan dirinya juga sangat menyukai kain tenun. Janet juga berjanji akan mempromosikan dan mendokumentasi agar bisa diekspose ke luar negeri. "Kita belum tahu nanti donasi dalam bentuk apa, namun kita akan punya acara atau festival. Atau mungkin bisa dibantu mempublikasikan karena kita ada acara Ubud Writers Festival dan Ubud Food Festival, nanti dari sana kita akan bisa membantu para pengerajin di Gianyar lebih dikenal secara internasional,” jelas Janet.
Dirinya juga mengungkapkan saat ini tidak memungkinkan mengadakan event secara langsung, namun biarpun secara online kita tetap bisa membawa Gianyar ke kancah internasional. Kunjungan ke pengrajin ini merupakan satu riset kita agar nanti bisa menyajikan atau mengemas tenun ini agar bisa lebih menarik.(gds).










