GIANYAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Mengawali fase new normal, setelah beberapa bulan masa pandemi, Dekranasda Kabupaten Gianyar memberikan pembinaan secara langsung ke perajin tenun songket di kelompok Tenun Merak Mas Banjar Pengembungan dan pengrajin tenun cagcag di Br. Pesalakan Desa Pejeng Kangin, Senin (20/7/2020) .
Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, didampingi Kadis Perindag Gianyar, Luh Gede Eka Suary, Kadisnaker, A.A. Dalem Jagadhita, kepala BPD Bali Cabang Gianyar, I Ketut Bagus Ariana dan OPD terkait bertujuan ingin mengetahui lebih dekat permasalahan yang dihadapi para pengrajin apalagi setelah adanya pandemi covid 19.
Secara historis di Gianyar untuk tenun songket memang terkenal di Banjar Pengembungan, hanya saja seiring perjalanan waktu jumlah pengerajin berkurang drastis. Mungkin karena profesi ini dianggap kurang menjanjikan, sehingga anak-anak muda di desa ini lebih tertarik bekerja di bidang pariwisata. Dari awal itu kita melihat dan mendatangi pengrajin yang ada, melihat lebih dekat kendala yang mereka hadapi. Dari kunjungan itu didapat bahwa yang menjadi kendala adalah masalah SDM, permodalan dan pemasaran.
Untuk masalah permodalan menurut Ny. Adnyani Mahayastra para pengrajin bisa memanfaatkan program Bupati Gianyar yaitu Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) yang merupakan program kerja Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bertujuan memperkuat permodalan UMK dan koperasi di Kabupaten Gianyar untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Disnaker Gianyar untuk bersama-sama membina pengrajin tenun yang ada di Banjar Pengembungan dan Banjar Pesalakan . Karena secara histori di desa ini memang terkenal dengan kain songketnya,” jelas Ny. Adnyani Mahayastra.










