Dari Perkebunan Teh Pertama di Bali, UMKM ‘BREW ME TEA’ dan Petani Kenalkan Teh Artisan di Tokopedia dan ShopTokopedia

WhatsApp Image 2024-08-29 at 12.37.06_66761cb1

Perkebunan teh di Pulau Bali merupakan pemikiran panjang seorang pengusaha asal Bali, Ir. Ketut Gede Yudantara, dengan visi menjadikan Bali tidak hanya terkenal dengan pariwisatanya, tetapi juga dikenal dengan produk-produk berkualitas, salah satunya minuman teh.

BREW ME TEA diharapkan menjadi icon minuman Indonesia dan menjadi salah satu produk lokal yang mendunia. “Di awal tahun 2000-an, banyak produk teh premium yang beredar di Indonesia maupun di Pulau Bali merupakan produk impor, sehingga dengan kehadiran brand BREW ME TEA, dapat menyaingi produk impor tersebut. BREW ME TEA telah menjadi salah satu produk teh premium yang diperhitungkan dengan perkembangan yang sangat pesat. Terbukti, di pasar produk teh artisan di Bali, BREW ME TEA sudah menguasai pasar. BREW ME TEA pun mulai mengembangkan pasar di luar Pulau Bali, seperti Jakarta, Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara Barat, bahkan merambah pasar internasional,” jelas Director BREW ME FIND BLEND, Tjokorda Alit Darma Putra.

BREW ME TEA yang dibentuk dengan pemikiran keberlanjutan, memperhatikan tata kelola yang transparan untuk sebuah produk premium dengan berlandaskan pada prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). BREW ME TEA juga konsisten melakukan pengujian secara terus-menerus dan inovasi berkelanjutan yang terus ditingkatkan untuk menghadirkan produk-produk dengan kualitas terbaik dan berbeda. Dalam upaya tampil unggul di tengah persaingan pasar teh artisan, BREW ME TEA senantiasa berbenah dalam berbagai aspek, seperti pengolahan perkebunan, pelatihan bagi karyawan, serta melakukan koordinasi yang efektif agar dapat terus relevan dengan kebutuhan pelanggan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top