DENPASAR-fajarbali.com | Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah cara berkomunikasi, berkarya, dan menyelesaikan berbagai hambatan dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.
Di Samsung, disampaikan Harry Lee, President Samsung Electronics Indonesia, dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026), memandang AI sebagai pendamping yang bekerja secara alami untuk membantu manusia.
Perubahan ini ikut membentuk ekspektasi baru terhadap pengalaman digital. Teknologi diharapkan bekerja konsisten, responsif, dan menyatu dengan keseharian, sehingga dukungannya terasa tanpa perlu banyak perhatian. AI akan berperan sebagai bagian dari lingkungan yang mendukung kehidupan sehari-hari.
Perannya terasa melalui pengalaman yang lebih sederhana dan relevan bagi berbagai latar belakang pengguna. "Di Indonesia, kami selaraskan teknologi AI dengan kebutuhan dan cara penggunaan yang beragam. Kami percaya bahwa setiap terobosan AI harus memiliki tujuan agar kehidupan menjadi lebih baik, lebih kaya, dan lebih bermanfaat. Pendekatan inilah yang kami pegang dalam menghadirkan teknologi yang dapat digunakan secara luas dan berkelanjutan," kata Harry.
Menurut Harry, cara pandang ini paling nyata tercermin pada Samsung Solve For Tomorrow (SFT). SFT membuka ruang bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan ide yang berangkat dari pengalaman nyata, sekaligus membangun keterampilan digital dan pemanfaatan AI untuk menjawab tantangan di masyarakat tempat mereka bertumbuh.
Mereka tumbuh dengan ekspektasi bahwa teknologi harus bekerja intuitif dan relevan dengan persoalan di sekitarnya. Program ini dirancang sebagai proses belajar yang mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan pematangan ide hingga siap memberi dampak.
RunSight, Inovasi AI Inklusi, Kacamata Pelari dengan Keterbatasan Penglihatan










