DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Momen Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini memberikan kesempatan bagi buah lokal mendapatkan harga yang sesuai di tengah melimpahnya pasokan pada musim panen. Hal ini dikarenakan minimnya buah impor di pasaran, sehingga masyarakat lebih memilih buah lokal sebagai sarana untuk upakara Galungan dan Kuningan.
Keberadaan buah lokal khususnya musiman saat ini cukup melimpah. Beberapa jenis buah lokal yang banjir di pasaran seperti anggur hitam, salak, manggis, wani hingga durian. Jenis buah lokal seperti ini kerap tidak memiliki harga bagus saat musimnya, dikarenakan pasokan melimpah dengan permintaan yang minim. Tidak jarang pula buah lokal dibiarkan begitu saja (tidak dipanen) atau terbuang karena tidak laku.
Berbeda dengan keadaan saat ini. Harga buah lokal cukup memberikan angin segar bagi petani. Seperti yang terjadi di beberapa pasar, bahkan mengalami kenaikan harga, mengingat melambungnya permintaan masyarakat terhadap buah lokal yang digunakan untuk kebutuhan upakara saat Hari Raya Galungan lalu.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang pedagang buah di Pasar Badung Jro Wiwik yang diiyakan pula oleh pedagang lainnya, Sang Ayu Anggawati. Menurut Sang Ayu, selain pasokan sedikit dan harga tinggi, permintaan buah impor juga berkurang. Hal tersebut diperkirakan karena pengaruh wabah corona yang terjadi di Tiongkok, sehingga masyarakat mengurangi pembelian buah impor yang sebagian besar didatangkan dari Tiongkok.










