Program Manager Blended Finance Scheme Coop Coffee Foundation, Sascha Poespo, menegaskan keberhasilan pilar pertanian organik ini tidak lepas dari peran aktif kelompok tani perempuan yang menjadi motor penggerak. "Kepemimpinan perempuan petani memiliki posisi sentral dalam mengedukasi dan menyebarluaskan praktik ini. Kami akan terus mendorong kelompok tani perempuan agar mampu berkontribusi dan menjaga keberlanjutan pertanian organik,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemberdayaan masyarakat, inovasi pengelolaan limbah, dan pengurangan jejak karbon, Kopi Kintamani dari Desa Catur kini tampil sebagai percontohan komoditas hijau yang berdaya saing tinggi. Inisiatif yang dipaparkan dalam forum ICBS 2026 ini diharapkan mampu menginspirasi kawasan sentra kopi lainnya di Indonesia untuk menerapkan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. (M-001)










