Selain itu, anggota PMR diharapkan rutin mengasah keterampilan pertolongan pertama guna menunjang optimalisasi peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di tiap sekolah. Di skala yang lebih luas, PMI Buleleng juga terus bergerak di tengah masyarakat lewat program Pelayanan Air Bersih dan kesiapsiagaan armada Ambulance. Antusiasme generasi muda Buleleng untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan ini memang tak main-main.
Sementara Sekretaris Tim Pembina dan Pelatih PMI Buleleng Luh Armini, mengungkapkan bahwa pembinaan PMR adalah titik temu yang harmonis antara harapan remaja dan visi PMI. Para remaja bergabung dengan berbagai motivasi positif, sementara PMI membutuhkan pasokan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. SDM inilah yang kelak akan menjadi ujung tombak pelaksanaan kegiatan kemanusiaan, mempromosikan Tujuh Prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta memperkuat kapasitas organisasi.
“Karena pembinaan ini memerlukan dedikasi dana, waktu, tenaga, dan pikiran yang besar, komitmen seluruh pihak mutlak diapresiasi. Kerja keras pembinaan ini membuahkan hasil yang membanggakan," jelasnya.
Berdasarkan data evaluasi dan tes PMR semua tingkatan yang diselenggarakan mulai Juni hingga September 2026, tercatat ada lonjakan partisipasi. Tes tersebut diikuti oleh 75 unit PMR sekolah, yang terdiri dari 31 unit tingkat Madya dengan 1.884 anggota, serta 44 unit tingkat Wira (jenjang SMA/SMK/MA) dengan 1.094 anggota. Total keseluruhan anggota PMR tahun ini menembus angka fantastis, yakni 2.978 orang.










