Cegah Stunting, Kader Posyandu Pemecutan Kelod Dilatih Olah PTM Berbahan Pangan Lokal

IMG-20260201-WA0000
Kelompok mahasiswa KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar 2026 di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, melatih kader posyandu membuat makanan tambahan bergizi menggunakan bahan pangan lokal.

DENPASAR-fajarbali.com | 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase yang penting dalam siklus hidup manusia karena diperlukanpemenuhan kebutuhan gizi dari sejak terbentuknya janin hingga anak berumur 2 tahun.

Kebutuhan gizi yang tidak dipenuhi secara optimal berdampak kepada permasalahan gizi, yaitu stunting.

Bali mengalami kenaikan angka stunting menjadi 8.7% yang sebelumnya berada di angka 7.2% pada tahun 2023.

Menurut Denpasar open data, Kecamatan Denpasar Barat merupakan kecamatan dengan prevalensi stunting tertinggi sebesar 2.7%. Maka dari itu, diperlukan pemberian PMT untuk mendukung pencegahan stunting.

Pada Jumat 30 Januari 2026 yang
berlokasi di Kantor Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, dilakukan demonstrasi terkait pembuatan PMT tinggi protein berbasis pangan lokal dari ubi kayu (singkong) dengan nama menu "Golden Ubi Roll".

Demonstrasi ini dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Interprofesional Education (KKN IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar yang terdiri dari 6 jurusan yaitu, Keperawatan, Kesehatan Gigi, Kebidanan, Gizi, Teknologi Laboratorium Medis dan Kesehatan Lingkungan dengan menghadirkan perwakilan kader posyandu dari seluruh banjar yang ada di Desa Pemecutan Kelod dengan tujuan meningkatkan keterampilan kader dalam mengolah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk balita di posyandu.

Perbekel Desa Pemecutan Kelod I
Wayan Tantra, menyanbut baik program yang merupakan bagian dari pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi tersebut.

Tantra berharap kegiatan ini dapat
menurunkan prevalensi stunting di wilayahnya. "Yang sudah terjadi [stunting] kita upayakan turun dan yang belum terjadi kita cegah sedini mungkin," jelas Tantra.

Dukungan senada disampaikan Sumiatun selaku Ketua KPM Desa Pemecutan Kelod. Sumiatun enyampaikan bahwa kegiatan ini sangat efektif dilakukan mengingat banyak balita yang mengonsumsi makanan tidak sehat serta kegiatan ini dapat menambah pengetahuan kader di wilayah Desa Pemecutan Kelod.

BACA JUGA:  Bupati Gianyar Apresiasi Kehadiran Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam Program KKN IPE

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top