DENPASAR-fajarbali.com | Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu aspek penting dari kesehatan umum yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas hidup manusia.
Pada anak-anak, kesehatan gigi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengunyah dan berbicara, tetapi juga mempengaruhi perkembangan fisik, sosial, dan psikologis.
Gigi yang sehat membantu anak mengonsumsi makanan bergizi dengan baik, mendukung pertumbuhan optimal, meningkatkan rasa percaya diri, serta mencegah terjadinya penyakit sistemik yang dapat bermula dari infeksi pada rongga mulut, namun permasalahan gigi dan mulut masih menjadi salah satu isu kesehatan yang cukup memprihatinkan di Indonesia.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI, prevalensi masalah gigi dan mulut pada anak usia sekolah cukup tinggi, dengan salah satu keluhan terbanyak adalah gigi berlubang (dental caries).
Kondisi ini diperparah oleh minimnya kesadaran anak untuk menjaga kebersihan gigi, rendahnya pengetahuan tentang teknik menyikat gigi yang benar, serta kurangnya kebiasaan menyikat gigi secara teratur, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur.
Hasil observasi dan wawancara awal dengan perangkat desa dan pihak sekolah menunjukkan bahwa sebagian besar siswa taman kanak-kanak di wilayah pengabdian belum memahami cara merawat kesehatan gigi secara tepat.
Banyak di antara mereka hanya menyikat gigi sekali sehari atau bahkan tidak menyikat gigi secara rutin. Teknik menyikat gigi yang digunakan pun belum sesuai dengan standar kesehatan gigi, sehingga tidak efektif membersihkan plak yang menjadi penyebab utama kerusakan gigi dan penyakit gusi.










