Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Ketua Panitia, menjelaskan bahwa Ngaben Ngerit Massal merupakan agenda rutin setiap lima tahun sekali demi efisiensi dan pelestarian adat di tengah modernisasi. Seluruh sarana upakara dikerjakan secara mandiri oleh krama desa. “Pengabenan Ngerit ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan digerakkan sepenuhnya oleh kesadaran serta semangat gotong royong krama. Seluruh sarana upakara dan uparengga dikerjakan secara mandiri oleh krama desa sebagai wujud kebersamaan,” ungkapnya.
Panitia juga memaparkan transparansi dana yang bersumber dari urunan krama sebesar Rp 107.100.000, punia donatur Rp 130.000.000, serta bantuan APBDes senilai Rp 310.000.000. Rangkaian upacara sendiri telah berjalan selama tiga bulan, di mana prosesi Pengaskaran dijadwalkan pada 2 September dan puncak Ngaben pada 3 September 2026. “Harapan kami, tradisi ini tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Di tengah tantangan modernisasi, kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas, adat, dan budaya Bali yang menjadi jati diri kita,” pungkasnya.W-004










