DENPASAR-fajarbali.com | Direktur Keuangan Perum BULOG, Hendra Susanto, didampingi Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali, Muhamad Anwar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kreneng. Sidak ini adalah bagian dari komitmen serius pemerintah untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan, khususnya beras, di Bali.
Dalam sidak tersebut, Hendra Susanto menekankan pentingnya pengawasan langsung terhadap penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). "Kami ingin memastikan penyaluran beras Program SPHP di Wilayah Bali berjalan lancar dan sesuai ketentuan," ujarnya. Ini menunjukkan fokus BULOG pada transparansi dan kepatuhan dalam distribusi.
Program Penyaluran Beras SPHP kini diperketat sesuai kebijakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum BULOG. Salah satu aturannya adalah mitra penyalur wajib terdaftar dan tersertifikasi. Untuk memudahkan mekanisme pembelian dan penyaluran, mitra wajib menggunakan aplikasi Klik SPHP. "Aplikasi tersebut dimaksudkan agar mudah untuk melakukan monitoring secara akurat dan real time, serta aplikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah mitra Penyalur untuk melakukan pembelian beras SPHP," jelas Hendra. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir penyimpangan dan meningkatkan efisiensi.
Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP di Bali ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram dengan kemasan 5 kilogram. Masyarakat diperbolehkan membeli maksimal 2 kemasan atau setara dengan 10 kilogram, dan dilarang untuk memperjualbelikan kembali beras SPHP yang telah dibeli. Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan distribusi yang merata dan mencegah penimbunan. Hendra Susanto juga menegaskan, "Apabila mitra penyalur SPHP di Bali tidak mematuhi ketentuan, sanksinya cukup berat. Beras SPHP juga tidak boleh dijual di pasar modern." Hal ini menunjukkan keseriusan BULOG dalam menjaga integritas program.










