”Untuk yang bekerja memilah sampah di sini, kami anggarkan dari dana desa dan mendapat gaji bulanan. Sedangkan yang struktural di Pokmas tidak digaji, tapi kami berikan modal usaha seperti sabun mandi,” jelas Soka. Ia juga memastikan bahwa Pokmas akan segera turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah dari sumbernya.
Dengan diresmikannya TPS 3R Rumah Pilah Resik Mesari ini, Buleleng berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri, mengurangi ketergantungan pada TPA, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari sampah yang terkelola dengan baik. Langkah ini diharapkan menjadi pionir bagi kecamatan-kecamatan lain dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan. @gus










