Buleleng Tambah Mesin Pengelolaan Sampah

sampah
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna meninjau tempat pengelolaan sampah

”Kita juga merasa senang dan bangga karena mesin ini adalah produk Putra Buleleng asli,” tambahnya sambil menyebutkan bahwa anggaran pembangunan dan mesin berasal dari APBD dengan total sekitar Rp800 juta.

Sementara itu, laporan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng yang dibacakan oleh Kepala Bidang Cipta Karya, Gede Suharjono, menyatakan bahwa peresmian ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan tanda dimulainya perubahan perilaku masyarakat. Perlunya peralihan dari model ekonomi linier yang ‘ambil-pakai-buang’ menuju ekonomi sirkular, di mana sampah yang dipilah di rumah dianggap sebagai investasi bukanlah sebuah beban.

Dijelaskan bahwa hingga tahun 2025, Buleleng telah memiliki 58 prasarana pengelola sampah. Namun belum mampu mereduksi volume sampah ke TPA Bengkala secara maksimal. Kendala utamanya adalah sampah tercampur dari rumah tangga yang menyulitkan pengolahan. Kolaborasi dengan PT Rumah Plastik Mandiri kemudian menghadirkan teknologi tepat guna untuk memilah dan mencacah sampah anorganik, khususnya plastik, yang selanjutnya dapat diolah menjadi bahan campuran aspal plastik bernilai ekonomi.

”Untuk sampah residu, diusulkan pembangunan fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) Center yang hasilnya berpotensi menjadi bahan bakar alternatif untuk PLTU Celukan Bawang," jelasnya.

Perbekel Anturan, I Ketut Soka, dalam kesempatan itu memaparkan mekanisme pengelolaan yang telah disusun. Pengoperasian TPS 3R ini akan diserahkan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang namanya sama dengan TPS 3R ini. Pembagian hasilnya nanti telah diatur yaitu 60 persen untuk pengelola, 20 persen untuk Desa Adat, dan 20 persen untuk Desa.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top