Boreh yang kering kemudian disimpan dalam toples untuk persiapan pada saat akan dipergunakan oleh anak dare Loloan. " Bahkan sesuai keterangan orang tua dulu, waktu pemakaian biasanya dilakukan menjelang sore hari sebelum terbenam matahari," terang Eka. Tak hanya itu , boreh ini juga digunakan selain sebagai masker wajah juga sebagai lulur di sekujur tubuh pada saat anak dare ketika akan menjadi pengantin.
Tradisi menggunakan boreh khas Loloan ini ternyata mulai banyak ditinggal, dan kemungkinan banyak anak anak remaja kini lebih tertarik dengan produk modern. Meski demikian, tradisi ini juga masih digunakan terutama menjelang hajatan hajatan tertentu , misalnya perkawinan.
Mulai jarangnya , orang menggunakan produk tradisional , maka Eka berharap agar tradisi boreh musti diperkenalkan kembali, terutama pemerintah daerah merespon untuk melestarikannya serta dapat memberikan sosialisasi kepada anak anak remaja terutama di dunia pendidikan agar mengenal tradisi membuat ramuan tradisional tersebut. Tentunya ke depan agar lebih dikenal di kalangan generasi muda dan tidak pudar ditelan jaman. (prm).










