Selanjutnya, menurutnya investasi di bidang human capital juga hendaknya memperhatikan aspek-aspek budaya lokal. “Falsafah Eda Ngaden Awak Bisa dan budaya malu perlu direorientasi menjadi Kita Harus Bisa dan tak perlu malu untuk kebaikan,” tegasnya.
Terakhir, perlu dilakukan pula peningkatan kapasitas UMKM melalui pengembangan manajemen SDM, teknologi, pemasaran dan permodalan serta pengembangan kreavitas dan inovasi produk-produk UMKM berbasis kearifan lokal.
“Dan ini sudah berjalan sesuai dengan berbagai program Bapak Bupati melalui perangkat daerah terkait di Kabupaten Badung. Seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai bantuan modal usaha,” tandasnya. (put)










