Selanjutnya, data kemiskinan pada 2011 bertengger pada angka 2,62, turun menjadi 2,16 pada 2012, naik menjadi 2,46 pada 2013, naik menjadi 2,54 pada 2014, turun menjadi 2,33 pada 2015, dan kembali turun menjadi 2,06 pada 2016. Sedangkan data pengangguran terus menurun, yakni pada 2011 berangka 2,11, turun menjadi 1,67 pada 2012, turun lagi menjadi 0,8 pada 2013, turun menjadi 0,48 pada 2014, turun menjadi 0,34 pada 2015.
"Pembangunan Ekonomi Kabupaten Badung secara menyeluruh dilihat dari hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan kemiskinan, penurunan pengangguran, dan penurunan ketimpangan,” terangnya.
Disampaikan pula, bonus demografi ibarat pedang bermata dua. Bonus demografi bisa menjadi peluang bila penduduk usia produktif tersebut mempunyai pendidikan dan keterampilan yang memadai, serta bekerja atau mempunyai usaha produktif. Sebaliknya, akan menjadi bencana apabila jika penduduk usia produktif tersebut berpendidikan yang rendah dan tidak produktif.
“Mereka tidak bisa disebut sebagai bonus tetapi lebih tepat sebagai beban atau bencana,” ujarnya.
Dengan demikian, Putu Rianingsih menyatakan ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, kata dia, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kreatif, inovatif berbasis pengetahuan melalui kerjasama pemerintah, perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat termasuk lembaga sertifikasi kompetensi. Kedua, investasi di bidang human capital juga harus dilakukan secara mendasar melalui upaya-upaya perbaikan derajat kesehatan, pendidikan, dan mobilitas.










