BKKBN Ingatkan Pentingnya Intervensi Sensitif

Asahduren-e7cd9672

Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana mengungkapkan, tenaga kesehatan (nakes) berperan penting dalam mencapai target penurunan stunting, bahkan di masa pandemi Covid-19, nakes layak disebut pahlawan.

Karenanya, Kariyasa sesuai tugasnya memperjuangkan agar nakes diprioritaskan dalam seleksi calon ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Awalnya ia mengaku sempat terkendala karena pemerintah memprioritaskan guru dan tenaga kependidikan.

"Setelah guru ini, tampaknya giliran nakes yang diprioritaskan," kata Kariyasa. Hembusan angin segar ini diharapkan memicu semangat kerja nakes honorer terutama bidan desa yang menjadi ujung tombak target penurunan stunting. Bidan tergabung dengan Kader PKK dan Kader KB dalam Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Sebelumnya Kepala Perwakilan BKKBN Bali Luh Gede Sukardiasih memaparkan materi tentang stunting berikut pencegahannya. Ia juga menekankan pentingnya calon pengantin melakukan skrining tiga bulan sebelum pernikahan.

Stunting, jelas dia, adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

"Saat ini prevalensi stunting di Bali memang jauh di bawah rerata nasional yakni 10,9 persen. Kami target menjadi 6 persen tahun 2024," kata Luh De Sukardiasih.

Perbekel Asahduren Nyoman Mandia mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Komisi IX DPR RI dengan BKKBN ini. Mandia tetap melakukan berbagai program antisipasi untuk mencegah terjadinya stunting di wilayahnya. (Gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top