Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu (12/11).
DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Dalam lanjutan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu (12/11) di Balai Desa Asahduren, ratusan warga setempat diberikan pemahaman tentang faktor-faktor penyebab terjadinya stunting pada balita, khususnya faktor sensitif.
Faktor sensitif dikelompokkan sebagai pengaruh tidak langsung yang memicu stunting, salah satu contohnya sanitasi dan air bersih di rumah tangga. Demikian dijelaskan Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus BKKBN Fajar Firdawati.
"Mungkin masih ada yang bertanya, apa hubungannya air bersih dan sanitasi dengan stunting? Padahal ini sangat berpengaruh. Wajib diketahui masyarakat," kata Firdawati.
Ia mencontohkan, jika ibu hamil atau menyusui mengonsumsi air yang tidak bersih, maka berpengaruh pada kesehatan bayinya. Ini, menurutnya contoh yang paling mudah dipahami masyarakat awam sekalipun.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat dan tim pendamping keluarga untuk memperkuat intervensi sensitif di rumah tangga keluarga sasaran.
Intervensi sensitif merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting yang umumnya berada di luar persoalan kesehatan. Intervensi sensitif terbagi menjadi 4 jenis yaitu penyediaan air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi serta peningkatan akses pangan bergizi.











