BKKBN Bali Perkuat Kapasitas Pengelola dan Konselor Satyagatra

IMG-20260220-WA0007
Peningkatan Kapasitas Pengelola dan Konselor Satyagatra di Ruang Rapat Wacika, Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Kamis (19/2).

DENPASAR-fajarbali.com | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Bali menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola dan Konselor Satyagatra di Ruang Rapat Wacika, Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Kamis (19/2).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan keluarga menuju pelayanan prima dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana.
Kegiatan dilaksanakan berdasarkan Nota Dinas Kepala BKKBN Provinsi Bali Nomor 139/PK.05.01/J19/2026 tertanggal 12 Februari 2026.

Acara dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S., dan diikuti secara hybrid oleh 24 peserta yang hadir langsung serta peserta daring dari kabupaten/kota se-Bali.

Peserta terdiri atas Pengelola dan Konselor Satyagatra Guna Kerthi, pengelola dan konselor Satyagatra di Balai Penyuluhan KB kabupaten/kota, Ketua BPD AKU Provinsi Bali, PKB/PLKB, serta Konselor Sebaya Forum Genre Bali.

Kepala Perwakilan menegaskan bahwa transformasi kelembagaan BKKBN menjadi kementerian menuntut penguatan layanan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Pengendalian kuantitas penduduk harus berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter.

Ia menyoroti berbagai persoalan keluarga yang berkembang di masyarakat, mulai dari tingginya angka perceraian, kasus stunting, perkawinan usia anak, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya pelaksanaan delapan fungsi keluarga, sehingga diperlukan layanan yang mampu mendampingi keluarga secara komprehensif dan berkelanjutan.

Satyagatra hadir sebagai layanan terpadu yang mengintegrasikan pelayanan teknis, pelayanan rujukan, promosi pelayanan, pencatatan dan pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi.

Dalam praktiknya, pelayanan teknis mencakup penyediaan data dan informasi Program Bangga Kencana, konsultasi dan konseling keluarga balita dan anak, keluarga remaja dan remaja, pranikah, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, keharmonisan keluarga, keluarga lansia dan lansia, hingga konsultasi pemberdayaan ekonomi keluarga.

BACA JUGA:  Komitmen Bangun Bali Dengan Tri Hita Karana Bank BPD Bali Raih Tiga Penghargaan

Apabila permasalahan yang dihadapi klien membutuhkan penanganan lebih lanjut dan tidak dapat diselesaikan di tingkat layanan, Satyagatra menyediakan mekanisme rujukan kepada tenaga profesional yang lebih kompeten.

Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), saat ini terdapat 53 Satyagatra di Bali yang tersebar di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan. Sepanjang tahun 2025, layanan tersebut telah melayani 2.875 klien, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan konsultasi dan konseling keluarga.

Peningkatan kapasitas kali ini menghadirkan narasumber dari Dian Selaras Psikologi dan Hipnoterapi Bali, yakni Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog, C.Ht., dan Ida Ayu Ketut Julya Arcani, M.Psi., Psikolog.

Materi yang disampaikan mencakup penyelenggaraan Satyagatra di berbagai tingkatan serta praktik konseling untuk membentuk pengelola dan konselor yang profesional dan berkarakter.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN Bali menegaskan komitmennya menjadikan Satyagatra sebagai lini depan layanan keluarga yang terstandar, responsif, dan berbasis kompetensi, guna memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Provinsi Bali.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top