
FOTO: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar, dalam kegiatan Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten/Kota di Wantilan Pura Dangkahyangan Jati, Desa Pengambengan Kecamatan Negara, Rabu (15/11/2023).
NEGARA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sosialisasi terkait penurunan stunting terus digencarkan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali. Sebelumnya juga banyak hal yang tetap dilakukan BKKBN tahun 2023, sejak terbitnya Perpres No 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting oleh Presiden dan mempercayakan BKKBN sebagai koordinator pelaksana untuk mengatasi stunting di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar, dalam kegiatan Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten/Kota di Desa Pengambengan Kecamatan Negara, Rabu (15/11/2023) kemarin.
Melihat kondisi itu, BKKBN menerjemahkan hal itu dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) yang dikeluarkan dalam Peraturan Kepala BKKBN No. 12 tahun 2021, untuk bagaimana mengoperasionalkan semua program-program ada di kementrian dan lembaga.
"Jadi BKKBN bukan sendiri yang menanggulangi stunting, tetapi semua lembaga memiliki tanggungjawab, maupun BUMN dan swasta. Pendekatan antara pemerintah, swaasta, perguruan tinggi, masyarakat dan media. Ini namanya percepatan, berarti kita kerja harus cepat. Bukan lagi kerja dengan santai, karena diharapkan tahun 2024 itu semua daerah provinsi harus turun menuntaskan stunting,” terangnya.










