Bertemu Majelis Subak, Disbud Badung Bahas Sejumlah Program dari Sisi Kelembagaan

IMG-20230503-WA0016

Disinggung terkait peningkatan kesejahteraan petani, pihaknya berharap agar dipikirkan juga adanya insentif petani yang menjadi angan-angan dari petani, dimana kejelasan hasil produksi petani selama ini belum bisa menjanjikan untuk memenuhi harapan untuk memenuhi ekonomi rumah tangga.  

"Yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah, dari lima program yang sudah berjalan saat ini, salah satunya dalam bidang pangan, tentu kaki dari petani berharap, untuk ketahanan pangan perlu melibatkan masing-masing petani. Sehingga petani bisa merasakan manfaatnya. Tentu hal ini juga sebagai motivasi untuk penerus kedepan, terutama generasi muda agar bangga menjadi petani. Sehingga kedepan bisa lahir perani muda dari kalangan millenial, supaya semboyan bangga menjadi petani bisa terealisasi," harapnya. 

Berkaitan dengan masalah yang paling urgen yang dialami para petani saat ini, ia mengkategorikan menjadi tiga. Petama untuk di hulu, yakni irigasi. Kedua di tengah yakni manajemen keuangan, antara pengelolaan keuangan ketahanan pangan di desa, itu agar tetap petani itu merasakan, sulaya tidak hanya dirasakan kelompok yang bukan petani. Yang terakhir adalah terkait hilir yakni produksi. "Sudah saatnya pemerintah kabupaten badung, dalam hal ini Perumda Pasar, agar memperhatikan produksi dari petani, khusunya gabah, dimana yang kami sangat rasakan, pengairan kamis udah lancar, pola tanam sudah bagus, begitu juga hasil menjanjikan, tetap dalam prose jual produk kao, betul betul petani tercekik oleh rentenir. Untuk itu disini rasanya perlu suatu wadah. Apalagi dengan adanya rencana gabah yang akan dibeli oleh perumda pasar kabupaten badung, ini menjadi angin segar bagi petani. Sehingga kami sebagai petani semangat dari hulu, semangat di tengah, dan di hilir dalam hal produksi,"harapnya.W-004

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top