Selanjutnya kata Made Suka, juga membahas terkait laksana, yang didalamnya ada Dinas Pertanian. Dimana pola yang diberikan oleh Dinas Pertanian, mengacu pada ketahanan pangan. Dari Dinas Pertanian kata dia, melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sudah memberikan arahan tentang bibit subsidi, subsidi pupuk. "Dan rancangan dari Pemda Badung, rencana akan launching Beras Badung, pada bulan Oktober 2023. Tujuannya agar petani Badung menghasilkan gabah, dan nanti gabahnya akan dibeli oleh Pemda dalam hal ini Perumda Pasar, yang selanjutnya, beras yang dihasilkan, akan dibeli oleh ASN Badung," Bebenrya.
Kemudian, terkait sarana dan prasarana yang ditangani oleh PUPR, yang mana dalam persubakan, PUPR merupakan hulunya. PUPR dominan mengurus dalam hal irigasi, jalan usaha tani, yang bertujuan untuk memajukan program pertanian. Dengan bantuan dari PUPR untuk irigasi dan jalan usaha tani, tentunya akan berpengaruh terhadap pola tanam yang akan bisa berjalan de dengan baik, yang tentu bisa mempengaruhi hasil produksi pangan menjadi lebih baik.
Terakhir, yang dibahas dalam sosialisasi ini, berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Pihaknya dari majelis subak Badung, tetap mengharapkan kepada pemerintah daerah yakni dinas Kebudayaan sebagai induk pelaksana subak, yang mana SDM yang ada saat ini, yang konotasi dekil, ia ingin agar bagaimana bisa menghapus kesan itu. Atau sedikit tidaknya bisa memberi motivasi kepada petani, aparat pengurus subak, baik itu pekasih, pengurus subak dan pangliman, berkaitan dengan pengembangan teknologi. Dalam artian, ia ingin supaya dilakukan peningkatan kualitas SDM, untuk kepengurusan di masing-masing subak.










