"Kami sedang running coklit terkait daftar pemilih tetap nantinya. Mengingat masa pandemi Covid-19, kami juga menekankan penerapan protokol kesehatan," jelasnya.
Alit Astasoma lun berhap pandemi Covid-19 segera berlalu. Sehingga kehidupan kembali pulih seperti sedia kala. "Semoga kita segera terbebas dari wabah ini," tandasnya serata berharap kerja sama dengan BNN terjalin baik ke depannya.
Sementara Kepala BNN Badung, AKBP Nyoman Sebudi mengatakan bisa dibilang PKS antara Bawaslu dan BNN di Badung mengawalu kerja sama Bawaslu dan BNN di tingkat kabupaten di Bali. Dijelaskan,
Peran BNN sebetulnya hampir sama dengan Polri dalam pemberantasan Narkoba, "Tapu BNN menelisik kembali dan jika memungkinkan memiskinkan bandar narkoba," ungkapnya.
Ia pun menyinggung belum semua kabupaten memiliki BNN. Di bali khususnya, belum ada BNN di Jembrana, Tabanan, dan Bangli. "Di Jembrana ada Kalahar BNN yang dijabat oleh Wakapolres," katanya.
Mantan Kapolsek Kuta ini mengatakan pencegahan, dilakykan salah satunya melalui sosialisasi. "Salah satunya seperti di Bawaslu hari ini, apa bahayanya dan apa yang harus kita lakukan untuk memberantas Narkoba ini," ujarnya.
Sebab, kata pria asal Buleleng ini, berdasar Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 tahun 2020, mewajibkan OPD menjalankan P4GN. "Misalnya melalui tes urine berkala, setahun 2 kali. Tes urine demi memastikan pegawai bebas narkoba dan untuk kebersihan lingkungan kerja," jelasnya.
Narkoba, kata dia tidak hanya menyasar masyarakat umum, tapi juga lapisan di pemerintahan. Sehingga P4GN perlu digelorakan oleh seluruh pihak. Termasuk Bawaslu. "Kami berharap agar Bawaslu juga memastikan tidak merekrut orang yang terlibat narkoba. Jangan sampai dia memakai narkoba, juga ikut mengawas pemilu.
Bawaslu juga kami harap menjadi garda terdepan bersama BNN untuk menggelorakan anti narkoba," tandasnya.(put).










