Setibanya, orang tersebut lalu memesan kopi. Dia pun sempat masuk ke dalam warung untuk membeli mantel, namun tidak jadi. Setelah menerima kopinya, pria itu meminta tolong pada korban untuk memindahkan sepeda motornya ke tempat teduh atau di gudang di sebelah selatan warung. Saat itu terduga pelaku beralasan supaya tidak diketahui oleh pacarnya. Tanpa menaruh kecurigaan, korban pun bersedia memindahkan sepeda motor dengan meninggalkan warung tanpa penjagaan. Dan sesaat setelah balik dari memindahkan motor, orang tersebut langsung beranjak pergi dengan alasan buru-buru ada telepon. Saat itu lah korban baru sadar uang belasan juta yang ada diwarungnya telah raib. (ard)










