Banjir Bandang, Eampat Warga Hanyut Puluhan Rumah Rusak

evakuasi
Salah satu korban yang hanyut dievakuasi

BULELENG-fajarbali.com | Hujan deras yang melanda Kabupaten Buleleng sejak Jumat, (6/3/2026) pukul 18.15 wita mengakibatkan bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar, Kecamatan Banjar yang mengakibatkan empat warga masyarakat yang ada di Desun Santal dan di Dusun Ambengan, Desa Banjar hanyut terbawa banjir.

Satu orang warga masyarakat Santal bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55) hanyut saat hendak menyelamatkan mobil miliknya yang terparkir di depan rumah miliknya. Saat korban masuk ke mobil, tiba-tiba banjir datang dan menghantam mobil beserta korban.

Setelah mobil miliknya terseret banjir, korban Adi sempat keluar dan memagang pohon kopi hendak menyalamatkan diri dari banjir. Namun sayang usahanya sia-sia lantaran banjir yang membawa pohon besar menghantam tubuh korban yang mengakibatkan korban terhanyut oleh banjir bandang.

“Saat itu korban yang memarkir mobilnya di depan rumah hendak menyelamatkan dengan memarkir ketempat yang lebih tinggi. Dimana pada waktu korban masuk kemobilnya, banjir waktu itu masih kecil sehingga korban bisa masuk ke mobil. Begitu korban berada di dalam mobil, tiba-tiba banjir membesar dan menghanyutkan korban beserta mobilnya,”jelas Kadus Santal Ketut Sudiadika.

Setelah korban diketahui hanyut, warga masyarakat berusaha memberikan pertolongan namun karena banjir terlalu besar sehingga korban tidak terselematkan lagi. Dimana para warga menunggu air banjir surut guna melakukan pencarian terhadap korban. Sekitar pukul 23.00 wita air mulai surut kemudian warga melakukan pencarian terhadap korban menyusuri pangkung Santal.

Dari pencarian tersebut, korban ditemukan sekitar 800 meter dari Lokasi kejadian dimana korban tersangkut disemak bamboo dalam keadaan meninggal dunia dan tanpa busana selanjutnya korban dievakuasi ke RSU Pratama Tanguwisia untuk dilakukan pemeriksaan luar.

BACA JUGA:  Ciptakan Link SMS Mahasiswa Undiksha Solusi Kontrol Listrik Dari Jarak Jauh

“Saat kami melakukan pencarian bersama warga yang lain saya melihat kepala korban terleih dulu dimana tersangkut di bamboo dan badan korban tertutupi lumpur dan sampah sehingga kami berteriak kemudian warga yang lain mendatangi ketempat kami temukan,”tutur Ni Nyoman Putra Arjaya salah satu warga yang menemukan pertama kali korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan di RS Pratama Tanguwisia, rencana jenazah korban dibawa kerumahnya yang ada di Desa Tanguwisia untuk disemayamkan.

Selain satu korban yang ada di Dusun Santal, sebanyak tiga orang warga masyarakat yang ada di Dusun Ambengan, Desa Banjar dikabarkan hilang lantaran rumah miliknya disapu banjir bandang dari luapan Sungai Mendaum. Ketiga korban yang dikabarkan hilang yakni bernama Komang Suci (44) beserta dua anaknya Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Menurut Informasi dimana saat banjir datang korban Wini sempat merekam menggunakan ponsel miliknya. Sedangkan ibunya Suci dan Wahyu berada di dalam kamar sedangkan bapaknya Kdek Witana sedang berada di luar rumah.

Sedang asik mengabdikan banjir, tiba-tiba luapan air yang disertai batang kayu berukuran besar yang disertai lumpur datang dan menghantam rumah miliknya hingga dingding rumah miliknya sebelah barat jebol dan menghanyutkan ketiganya.

“Saat itu korban sempat mengatakan banjir sambil merekam menggunakan ponselnya namun tiba-tiba banjir besar datang dan menghantam rumah miliknya hingga ketiga orang hanyut terbawa banjir,”jelas Perbekel Desa Banjar Ida Bagus Dedy Suyasa.

Dilain sisi menurut Dedy pihaknya baru menerima laporan puluhan rumah rusak namun secara rinci dirinya belum mengetahui berapa jumlah rumah dan kerugian yang dialami.

“Kalau jumlah rumah belum yang jelas puluhan rumah yang rusak akibat banjir dan untuk jumlah kerugian belum kami ketahui,”singkatnya lagi.

BACA JUGA:  PPKM Mikro, Bupati Buleleng Minta Masyarakat Pahami Substansi Suket

Hilangnya ketiga korban sempat dilakukan pennyisiran disekitar rumah dan beberapa Lokasi namun karena situasi tidak memungkinkan akhirnya pencarian yang melibatkan tim Basarnas Buleleng, TNI, Polri, PMI serta warga masyarakat dihentikan.

“Karena situasi saat ini tidak memungkinkan akhirnya pencarian kami hentikan. Dimana banjir masih tinggi dan Lokasi kejadian berlumpur serta mendung tebal takut terjadi banjir susulan sehingga pencarian kami hentikan,”jelas Kepala Koordinator Pos Basarnas Kabupaten Buleleng Kadek Donny Indrawan.

Lebih jauh pihaknya akan melakukan pencarian, Sabtu (7/3/2026) hari ini sekitar pukul 07.00 wita. Dimana rencananya pencarian akan di bagi rua yakni pencarian yang melakukan penelusuran Sungai Mendaum dan pencarian di lakukan di pesisir Pantai.

“Dalam pencarian nanti kita akan melakukan pembagian ada yang melakukan pencarian menelusuri aliran Sungai dan pencarian dengan melakukan penyisiran di areal Pantai. Semoga ketiga warga yang hilang bis akita temukan dengan selamat,”harapnya.

Selain melakukan pencarian dengan pembagian dua wilayah, pihaknya juga mengakui akan mendirikan dua pos yang mana pos pertama guna melakukan pendataan berapa rumah dan kerugian sedangkan pos kedua terkait pencarian tiga warga yang belum diketemukan.

“Ya istilahnya kita akan membangun dua pos guna melakukan pencarian serta mendata atas kerusakan hingga kerugian yang dialami oleh banjir bandang yang terjadi,”akunya. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top