Menurutnya, saat ini ada beragam referensi baru dalam industri perfilman. Misalnya seperti dalam sinematografi, animasi hingga teknologi. "Sangat menarik bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Jadi, kita punya full of talent. Festival-festival semacam ini sebenarnya memberikan kesempatan untuk the first timers dan yang profesional untuk bisa dilihat dunia," ujarnya.
“Balinale 2024 kini didukung oleh dua kementerian, yakni Kemenparekraf dan Kemendikbud. Artinya, dua kementerian ini sudah melihat potensi perfilman sebagai the next economy drive. Artinya juga banyak PR yang harus dikerjakan. Dengan bertemu insan-insan film mereka tahu apa kesulitannya, mungkin dari segi imigrasi, alat, kru dan lain-lainnya," tutup Deborah. (M-001)










