Bali Creative Board, Himpun Kekuatan Ekraf dan Digital Pulau Dewata

IMG-20260521-WA0015
Ketua Umum BCB, Dr. Made Artana, S.Kom., M.M., (tengah) memberikan keterangan pers usai pembentukan Bali Creative Board atau BCB, di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kamis (21/5/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah melewati serangkaian upaya konsolidasi, pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dan digital di Pulau Dewata memasuki tonggak penting dengan dideklarasikannya pembentukan Bali Creative Board (BCB).

Deklarasi pembentukan BCB, pada Kamis 21 Mei 2026, bertempat di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, diikuti oleh 28 organisasi/perkumpulan/asosiasi pelaku ekraf dan digital Bali.

Ketua Umum BCB, Dr. Made Artana, S.Kom., M.M., menjelaskan, pembentukan BCB didorong oleh kebutuhan akan satu wadah bersama yang mampu menghimpun kekuatan pelaku ekraf dan digital Bali dalam semangat satu payung, satu suara, satu kekuatan.

Selama ini, kata Made Artana, banyak organisasi, komunitas, dan pelaku kreatif telah bergerak aktif di Bali, namun masih berjalan sendiri-sendiri.

Dengan potensi yang besar, dibutuhkan satu rumah bersama yang dapat memperkuat konsolidasi, memperjelas representasi, memperbesar posisi tawar, dan mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan digital Bali secara lebih terarah.

"Di tengah masyarakat Bali yang memiliki daya kreativitas tinggi, dengan akar budaya dan adat istiadat yang adi luhung, ekonomi kreatif dan digital dipandang perlu tumbuh lebih subur dan lebih terorganisir," ujar Made Artana yang juga Rektor Primakara University dan penggiat ekraf.

Menurut dia, ada semangat jengah untuk mendorong agar sektor ini tidak hanya berkembang sebagai gerakan komunitas, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting perekonomian Bali ke depan, sehingga struktur ekonomi Bali menjadi lebih seimbang dan tidak terlalu bertumpu pada satu sektor
saja.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top