Bali Alami Penurunan Impor Di Tengah Pandemic Covid-19

 

"Hal tersebut mendasari keyakinan bahwa meskipun saat ini terjadi outflow  sebagai dampak dari COVID-19, Bank Indonesia meyakini pasca penyebaran COVID-19 akan terjadi inflow yang lebih besar dalam periode waktu yang lebih lama," ungkap Trisno

 

Terkait inflasi, Trisno memaparkan bahwa Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada periode April-Mei 2020 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri akan lebih rendah dari  pola historisnya. Ada beberapa faktor  yang mendasari hal tersebut. Antara lain permintaan konsumsi akan lebih rendah terkait berbagai Pembatasan Sosial Berskala Besar di berbagai daerah.  Hal itu mengurangi mobilitas sosial yang  berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sehingga mengurangi pola konsumsi. Kemudian, pemerintah juga akan memastikan pasokan  barang kebutuhan  pokok, termasuk melalui peran  TPI/TPID. Sejak merebaknya kasus covid-19, KPwBI Provinsi Bali telah melakukan High Level Meeting (HLM) TPID dengan Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung untuk antisipasi dampak covid-19 terhadap inflasi. 

 

Selain itu kondisi ekonomi secara keseluruhan menurun sehingga berdampak pada ekspektasi inflasi yang  rendah. Serta nilai tukar  stabil dengan harga komoditas rendah sehingga exchange rate pass through dan imported inflation rendah. (kdp).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top