DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Akibat Pandemic Covid-19 mengakibatkan terjadi defisit transaksi berjalan triwulan lebih rendah dari 1.5% Produk Domestik Bruto (PDB). Hal tersebut diungkapkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho yang menjelaskan Covid-19 berdampak pada penurunan ekspor akibat melambatnya permintaan dunia dan terganggunya rantai penawaran global, serta rendahnya harga komoditas global.
Namun penurunan impor juga besar karena aktivitas produksi dalam negeri juga menurun. Neraca perdagangan Indonesia Maret 2020 surplus USD743,4 juta. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada triwulan I 2020 surplus USD2,62 miliar. Defisit neraca jasa juga diperkirakan lebih rendah, didorong oleh penurunan devisa untuk biaya transportasi impor. Sekitar 8% dari nilai impor dipergunakan untuk freight and insurance. Impor yang menurun cukup tajam berdampak pada kebutuhan untuk freight and insurance juga menurun.
Lanjutnya Trisno penerimaan devisa pariwisata jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Perhitungan yang dilakukan sebelumnya hanya memperhitungkan penurunan devisa pariwisata dari sisi jumlah wisatawan asing yang masuk. Namun, dalam perkembangannya terdapat pembatasan bepergian ke luar negeri termasuk pelaksanaan umroh, sehingga mengurangi penggunaan devisa dari wisatawan nusantara yang tidak jadi keluar negeri. Penurunan devisa untuk wisatawan asing yang masuk sekitar USD2 miliar. Sementara itu, penurunan devisa yang keluar dari wisatawan nusantara yang tidak jadi keluar negeri sekitar USD1,6 miliar.










