"Pemerintah dengan seluruh Stakeholder pariwisata harus bersinergi untuk mencari titik temu solusi yang praktis, produktif, strategis serta efektif, agar dampak negatif pariwisata saat ini tidak boleh terlalu lama kita alami," ungkapnya.
Atas nama pemerintah daerah Wabup Suiasa memberikan apresiasi, rasa bangga kepada seluruh peserta FGD dan kepada NPCI Bali yang menginisiasi forum diskusi ini. "Bali harus bersatu padu dalam menjawab tantangan yang kita sedang hadapi bersama saat ini," tegasnya.
Dalam forum diskusi tersebut Wabup Suiasa merasa terinspirasi dari masukan para tokoh dan pemerhati pariwisata dalam memutuskan kebijakan kepariwisataan, salah satunya dengan membuat website official dan merancang big deal/big sale atau discount khusus baik hotel dan segala bentuk produk yang Bali miliki dengan menyasar pasar domestik yang memiliki potensi 62-63 persen perkuatan dibidang pariwisata, Secara khusus akan menarik wisatawan domestik dalam menguatkan pencapaian target kunjungan. Ini menjadi daya dukung selain pangsa pasar mancanegara sesuai agenda yaitu India, Australia, Eropa, Rusia dan Amerika, upaya lain juga dilakukan dengan bekerjasama dengan pihak maskapai penerbangan dengan menambah rute baru seperti menghidupkan kembali direct flight dari India.
Bahkan Badung segera akan mengumpulkan rencana kerja bersama stakeholder menindaklanjuti terobosan memajukan pariwisata Badung untuk Bali. Badung juga akan menyampaikan bagaimana penanggulangan sesuai SOP, pencegahan serta antisipasi termasuk upaya dan langkah prosedur penanganan virus corona apabila terjadi tetapi sampai saat ini Bali masih aman. "Langkah ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan masyarakat dunia terhadap Bali bahwasanya Bali itu save dan aman untuk dikunjungi," jelas Wabup Suiasa.(put).










