Tak sampai di situ, seandainya pun ada yang terpapar virus corona, pihaknya telah melakukan persiapan penanganan. Seperti di RSD Mangusada, telah disiapkan ruang isolasi. Setidaknya ada tiga ruangan yang disiapkan. "Kami juga sudab menyiapkan sumber daya, seperti tenaga medis yang akan melakukan penanganan. Termasuk alat-alat yang dibutuhkan secara teknis," jelasnya.
Dengan demikian, Suiasa memastikan, hingga kemarin Badung masih aman. "Badung masih safe. Perlu saya sampaikan ke publik bahwa rasa worry datang ke Bali, khususnya Badung agar tak terjadi lagi," tegasnya.
Terkait dengan dampak terhadap kunjungan wisatawan yang menurun, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata. Guna mencapai target, salah satu yang diusulkan adalah membuka kembali slot penerbangan direct Bali-India. "Karena beberapa tahun lalu, wisatawan India sempat mendominasi, lebih banyak daripada Tiongkok. Namun karena diputusnya direct penerbangan Bali ke India, jumlahnya menurun," katanya.
Selanjutnya terkait harga tiket, diusulkan agar dipertimbangkan kembali dari segi harga. Sehingga menarik wisatawan untuk datang. Sebab, menurutnya pariwisata tidak lepas dari transportasi, dalam hal ini penerbangan dari satu lokasi ke lokasi lain.
Pihaknya juga berharap agar dibuatkan sistem dalam menghadapi situasi, baik kebencanaan atau seperti dampak virus saat ini yang tergolong force majeure. "Kalau sudah ada kondisi semacam ini, sudah ada langkah yang terstruktur, sistematis, dan masif. Sehingga tidak bersifat insidentil seperti saat ini. Ini sudah saya sampaikan ke Pak Menteri semalam," ujarnya.










