Baduda Bakal Guncang Lima Kota di Jepang, “Nyama Bali” Terasa Pulang Kampung

IMG-20260806-WA0002
Nanoe Biroe and Band, memberikan keterangan pers sebelum menggelar tur di lima kota di Jepang, Rabu (5/8/2026) di Denpasar. [foto: IGA Adnyana]

DENPASAR-fajarbali.com | Penyanyi Bali Nanoe Biroe and band akan menggelar tur konser di Jepang bertajuk “Baduda Ngurek Japan Tour 2026".

Tur tersebut akan menyambangi lima kota, yakni Hiroshima pada 13 Agustus, Osaka tanggal 14 Agustus, Nagoya tanggal 15 Agustus, Shibuya tanggal 16 Agustus, dan Ibaraki 17 Agustus. Kehadiran Nanoe Biroe CS bakal menjadi obat rindu bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali.

Pada kesempatan ini, Nanoe membawa delapan personel dan tim lain, yakni I Nyoman Pariasa (manajer), I Made Indranata (bass), I Gede Suastika (gitar), Komang Suria Indrawan (gitar), Komang Anggara Budi Rama (drum), Mang Danu (sound engineer), serta Putu Hendra dan Agus Gempur yang menangani merchandise.

Hingga saat ini, Nanoe Biroe and band masih memantapkan persiapan dengan latihan intensif. Mereka rencananya bertolak ke Jepang dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai 10 Agustus malam.

Ditemui awak media di Pulau Nyama, Jl. Sentanu II L, Peguyangan, Denpasar, Nanoe mengatakan tur tersebut lahir dari panggilan hati untuk menghibur masyarakat Bali yang merantau dan bekerja di Jepang, terutama mereka yang masih mengalami rasa rindu kampung halaman.

"Ini sebuah panggilan hati kami untuk menghibur nyama-nyama Bali, khususnya yang bekerja di Jepang mencari nafkah. Terutama yang masih pemula, yang masih homesick, yang rindu rumah dan belum terbiasa jauh dari keluarga," kata Nanoe.

Penyanyi yang dikenal dengan gaya rambut khasnya ini mengungkapkan, sebelumnya sempat merencanakan membawa album baru pada tahun depan. Namun, kesempatan untuk tampil di Jepang datang lebih cepat sehingga mereka memutuskan untuk berangkat.

"Mudah-mudahan dengan bernyanyi lagu berbahasa ibu, lagu-lagu berbahasa Bali, mereka bisa sing along. Kalau ada lagu-lagu lawas, vibe-nya akan seperti di Bali. Itu tujuan kami, supaya setelah itumereka lebih semangat bekerja dan kerinduannya sedikit terobati. Dan mudah-mudahan setelah mereka membagikan foto bersama kami, keluarganya di Bali juga melihat bahwa anaknya baik-baik saja, kakaknya baik-baik saja, adiknya baik-baik saja. Sinkronitas itu yang ingin kami bangun dari tur Jepang ini," urai Nanoe.

BACA JUGA:  GWK Mengguncang! Pesta Rakyat dengan Bintang Tamu Spesial dan Kembang Api Memukau

Nanoe juga menyebut tur tersebut menjadi pengalaman baru bagi seluruh personel Baduda. "Kami merasa mengajak tim ke Jepang bagaikan latihan baru, sebuah upgrade. Bukan untuk menyayangi siapa-siapa atau sok-sokan, tetapi memang panggilan hati untuk menghibur nyama-nyama Bali yang bekerja di Jepang," katanya.

la menambahkan, selain membawakan lagu-lagu berbahasa Bali, Baduda juga berencana menyanyikan lagu-lagu nasional karena salah satu konser akan berlangsung bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus.

Lebih lanjut, ia membeberkan karya terbarunya masih dalam proses penyelesaian video klip. Pihaknya sedang kejar tayang sekaligus menjadi spirit untuk terbang ke Negeri Sakura. Baduda mendapat banyak ajakan tampil dari berbagai negara. Namun, Jepang dipilih karena memiliki komunitas masyarakat Bali yang cukup besar.

"Banyak ajakan tampil di Taiwan, Belanda, bahkan Yunani. Tetapi yang di Jepang ini komunitasnya sangat kuat. Jumlah semeton Bali di Jepang juga banyak, sehingga penontonnya memang sudah ada," ungkap dia.

Pemilik nama asli Made Mudirta ini menambahkan, untuk persiapan konser di termasuk penjualan tiket, sudah diatur oleh EO. Pihak Baduda relatif tinggal berangkat.

"Tiket bisa didapatkan di pusat-pusat perbelanjaan di lima kota itu. Kalau tidak salah dirupiahkan 500 ribuan. Saya kurang tahu juga pastinya," kata Nanoe.

Tampil di Negeri Matahari Terbit memiliki tantangan tersendiri, sebab bagaimana Nanoe and band dituntut berhasil menciptakan nuansa "pulang kampung" bagi nyama Bali di sana.

Lebih jauh, ke depannya, Nanoe yang dikenal banyak sahabat ini bertekad ingin membangun sebuah palinggih di Jepang. "Cita-cita membangun palinggih sudah sejak dulu. Masih kita komunikasikan dengan teman-teman," pungkasnya. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top