DENPASAR-fajarbali.com | Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, telah berusia 23 tahun. ITB STIKOM Bali pun berhasil menjelma sebagai perguruan tinggi bidang teknologi informasi (IT) favorit, tidak hanya bagi masyarakat Bali.
Perjalanan ITB STIKOM Bali hingga titik sekarang tentu tidak mudah. Para pendirinya melewati fase kerja keras di awal berdirinya. Hal itu diceritakan salah satu pendiri yang juga Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA.
Bahkan menurut Prof. Bandem, baru tahap perencanaan saja sudah banyak yang meragukan, sebab awal tahun 2000-an, pendidikan tinggi bidang teknologi informasi dan komputer masih asing di Bali. Meski tempat-tempat kursus komputer mulai bermunculan.
"Bali kan dikenal dengan pariwisata dan budaya. Jadi ada pihak yang meragukan ide kami mendirikan perguruan tinggi IT. Tapi kami jalan saja," jelas Prof. Bandem di sela perayaan Dies Natalis Ke-23 ITB STIKOM Bali, di Kampus Renon, Denpasar, Minggu (10/8/2025).
Sebuah perguruan tinggi bidang IT pun berhasil didirikan Yayasan WDS dengan nama STIMIK STIKOM Bali. 40 mahasiswa baru berhasil dijaring dengan pilihan dua prodi tahun 2002. Pada perjalanan berikutnya, jumlah mahasiswa baru terus bertambah menjadi 150 dan 300 orang.
“Sampai pada akhirnya kita menerima kurang lebih 1.000 mahasiswa baru setiap tahun. Bahkan pernah menerima mahasiswa sampai 1.500 orang,” kata tokoh pendidikan dan budayawan Bali ini, Minggu, 10 Agustus 2025.
Pada tahun 2019, STIMIK STIKOM Bali kembali bertransformasi menjadi institut, ITB STIKOM Bali dan saat ini telah memiliki enam prodi.










