Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi

IMG-20260530-WA0034
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. (foto/ist)

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3% YoY, didorong oleh pendapatan bisnis digital. Payload data juga meningkat 2,3% YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.

Strategi dalam menerapkan disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik berhasil mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp45.100 atau naik 6,4% YoY. Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional.

Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle yang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. 

“Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik," kata Dian.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi oleh Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4% YoY, dengan Tower Leasing dan Tower-Related Business tetap menjadi kontributor utama penopang stabilitas pendapatan. Berkat efektivitas pengelolaan biaya serta fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin tetap stabil di 82,7%.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top