DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Ngurah Rai (UNR) di bawah naungan Yayasan Jagadhita Denpasar, memaknai usia ke 46 tahun sebagai momentum menuju go global namun berbasis pada kekuatan kearifan lokal Bali.
Spirit itu tampak dari berbagai rangkaian Dies Natalis ke-46 tahun 2025 yang puncaknya digelar 23 Mei mendatang. Adapun kegiatan pelestarian budaya yang telah sukses digelar yakni, lomba ngelawar dan lomba baleganjur bebarongan bertajuk Aura Fest.
Aura Fest yang kali pertama digelar ini, diikuti enam sekaa gong dari wilayah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Para supporter masing-masing tim juga tampak memadati halaman Kampus UNR, Minggu (18/5/2025) petang.
Dewan juri yang dilibatkan dalam Aura Fest, di antaranya, I Wayan Situ Banda, I Wayan Arik Wirawan dan I Komang Tri Sandyasa Putra. Setelah semua peserta tampil, dewan juri pun menetapkan para pemenang.
Juara I diraih oleh Sekaa Tasik Kulagitha, disusul Satya Githa Budaya sebagai juara II, dan Danu Swara di posisi juara III. Juara Harapan I disabet Sekaa Gong Langu Gurnita, disusul Gita Sari Kencana, serta Seni Madu Manikcram. Untuk juara Favorit didapatkan oleh Sekaa Tasik Kulagitha.
Ketua Panitia Lomba Baleganjur Bebarongan Aura Fest 2025, Angga Mahadira, menjelaskan, konsep lomba ini lahir dari keresahannya terhadap budaya Bali yang terancam era globalisasi yang serba digital. "Jangan sampai seni dan Kebudayaan Bali ikut tergerus perkembangan zaman," ujar Angga.
Sebagai Implementasi Konsep Tri Hita Karana, yakni 3 penyebab harmonisasi dan kebahagiaan, yang didalamnya terdapat hubungan manusia dengan lingkungan (palemahan), hubungan manusia dengan manusia (pawongan) dan hubungan manusia dengan pencipta (parhyangan), menjadi landasan masyarakat Bali yang perlu dijaga dan lestarikan.










