DENPASAR -sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com |Penyidikan kasus pencurian data dan uang nasabah Bank dengan tersangka perempuan asal Ukraina, Baklanova Khrystyna (33) masih didalami. Polisi menduga ada pelaku lain mengingat tersangka merupakan jaringan skimming international yang terorganisir.
"Tersangka Baklanova diduga salah seorang jaringan kejahatan skimming terorganisir antar negara dan melibatkan kelompok atau jaringan yang bekerja lebih dari satu orang," beber sumber saat dikonfirmasi Jumat 3 Desember 2021.
Dugaan terorganisir ini menyusul ditemukannya sejumlah alat skimming di dalam kamar tersangka di Jalan Toya Ning II Uluwatu Aarden, Kuta Selatan, pascapengerebekan Rabu 1 Desember 2021 sekitar pukul 18.30 Wita.
Sumber menambahkan, perempuan berusia 33 ditangkap sendirian di dalam kamar. Namun Polisi masih mendalami siapa pelaku lain yang bekerjasama dengan tersangka Baklanova. "Dia ditangkap sendirian di kamar. Masih diselidiki keterlibatan pelaku lain," ujarnya.
Dalam pengerebekan itu Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali mengamankan sejumlah kartu kredit card crypto, belasan kartu world elite corporate, sejumlah kartu PCW personal crypto walet, kartu sim putih, flashdisk, laptop, dan dua buah HP. "Banyak ditemukan alat-alat skimming ini di dalam kamarnya," bebernya.
Sementara dari analisa pihak Bank yang merasa dirugikan akibat tindakan pelaku mengaku kebobolan Rp 2.4 miliar. Kerugian itu masih dianalisa kembali.










