BULELENG-fajarbali.com | Hujan deras yang melanda Kabupaten Buleleng, Jumat (6/3/2026) malam bukan hanya mengakibatkan bencana alam di lima kecamatan yang ada di Kabuoaten Buleleng. melainkan akibat hujan lebat yang terjadi juga mengakibatkan reservoir milik Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Hita Kabupaten Buleleng kemasukan banjir sehingga air yang didistribusikan sempat mengalami keruh namun akibat kesigapan petugas akhirnya reservoir yang ada di kawasan Desa Gitgit yakni di Pangkung Dalem dilakukan pengurasan sehingga air yang distribusikan kembali jernih.
Direktur PDAM Buleleng Made Lestariana menjelaskan, hujan deras menyebabkan luapan air dari Pangkung Dalam di Gitgit masuk ke sistem penangkap air (broncaptering) milik PDAM. Kondisi itu membuat air yang dialirkan ke beberapa reservoir menjadi keruh.
“Curah hujan yang sangat ekstrem menyebabkan luapan dari Pangkung Dalam di Gitgit masuk ke broncaptering kami. Akibatnya air yang masuk ke reservoir Bantang Banua dan Sambangan sempat keruh,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Tidak menunggu lama, mengetahui kondisi tersebut, pihak PDAM langsung melakukan penanganan pada malam hari dengan menguras sistem penampungan air.
“Mengetahui hal itu kami petugas kami langsung mengambil Tindakan dengan melakukan pengurasan terhadap air yang ada di reservoir sehingga air kami kini sudah jernih kembali,”ucapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya PDAM sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya perlindungan terhadap sumber air. Namun tingginya intensitas hujan membuat luapan air tetap terjadi.










