AA Gde Agung Respon Kondisi Warga. Bagi Sembako dan Kawal Bantuan Renovasi Pura Campuhan

Selain statusnya sebagai Komite III DPD RI yang salah satunya membidangi agama, ia juga punya tanggung jawab moral merawat warisan leluhurnya, apalagi dirinya juga Panglingsir Puri Ageng Mengwi.

Anggota Komite III DPD RI AA Gde Agung menyerahkan paket bahan kebutuhan pokok di Banjar Ganter, Abiantuwung, Kediri, Tabanan.

 

MANGUPURA – fajarbali.com | Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA Gde Agung merespon situasi warga, khususnya pasca-kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini.

Senin (24/10) AA Gde Agung menyerahkan 270 paket bahan kebutuhan pokok untuk warga di tiga banjar yang notabene pangempon Pura Batu Bolong, Canggu. Esoknya, Selasa (25/10), ia menyerahkan 142 paket yang sama untuk warga Banjar Ganter, Abiantuwung, Kediri, Tabanan.

Meski secara kedinasan Ganter masuk wilayah Tabanan, namun status adatnya tergabung dalam Desa Adat Mengwi, Badung. Aksi sosialnya ini, secara khusus sebagai bentuk kepedulian karena Banjar Ganter merupakan salah satu wilayah terdampak banjir bandang, pekan lalu.

Pura Campuhan Banjar Ganter yang lokasinya berdekatan dengan Pura Taman Ganter yang didirikan Kerajaan Mengwi itu, mengalami kerusakan cukup parah diterjang banjir. Pura Campuhan juga termasuk pura kuno dan sakral bagi masyarakat setempat.

“Saya sangat senang dan bahagia bisa berbagi langsung ke akar rumput. Beginilah cara saya merawat komunikasi dengan masyarakat,” kata AA Gde Agung di sela kegiatan.

Selain statusnya sebagai Komite III DPD RI yang salah satunya membidangi agama, ia juga punya tanggung jawab moral merawat warisan leluhurnya, apalagi dirinya juga Panglingsir Puri Ageng Mengwi.

Lebih lanjut, beberapa hari lalu, ia sempat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan pejabat terkait meninjau langsung kondisi Pura Campuhan Ganter. Ada angin segar yang dihembuskan gubernur.

Mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, meninjau Pura Campuhan Ganter pascaditerjang banjir.

Menurutnya, setelah dilakukan perhitungan, biaya perbaikan ditaksir Rp 350 juta. Rencananya, skema penanganan dampak bencana, pendaan akan bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

“Apabila bencana ini sudah dinyatakan sebagai darurat bencana, maka kemungkinan bisa mendapat penanganan khusus lewat program APBN. Sehingga perbaikan Pura Campuhan di Banjar Ganter akan kami bahas skema bantuannya,” kata Gubernur Koster, kala itu.

“Semoga perjuangan Bapak Gubernur berjalan lancar sehingga pura kita di sini segera bisa direnovasi. Tentu titiang akan kawal prosesnya,” kata AA Gde Agung.

Terkait bahan kebutuhan pokok yang diberikan, ia berharap setidaknya bisa meringankan beban keluarga minimal untuk tiga hari. “Mohon jangan dilihat jumlahnya, tapi didasari rasa tulus ikhlas. Las carya,” tegasnya.

Bendesa Adat Mengwi AA Gelgel mengapresiasi kepedulian Panglingsir Puri Ageng Mengwi itu. Ia pun mengajak warganya untuk mensyukuri ‘paica’ berupa beras, telur, minyak goreng dan lainnya untuk kebutuhan dapur beberapa hari.

“Semoga beliau (AA Gde Agung-red) diberikan umur panjang dan kesehatan sehingga kita tetap punya tokoh panutan, khususnya di wewidangan Mengwi,” harapnya. (rl/W-009)

Next Post

Hati-Hati Melintasi Jalur Gitgit , Lumpur dan Bongkahan Batu Galian Shortcut Bahayakan Pengguna Jalan

Kam Okt 27 , 2022
Tampak anggota polsek Sukasada lakukan pemantauan pada lokasi  material bekas galian pengerjaan jalan Shortcut yang menutupi jalan SINGARAJA – fajarbali.com I Bagi masyarakat yang hendak bepergian dengan melintasi jalan Singaraja-Denpasar via jalur Desa Gitgit atau Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada diharapkan berhati-hati. Hal itu diakibatkan karena hujan deras yang mengguyur kawasan […]
BULELENG, polisi yang melakukan pemantauwan terhadap material bekas galian pengerjaan jalan Shortcut yang menutupi jalan-73c30e46