TANGERANG-fajarbali.com | Ajang pameran F&B internasional KRISTA InterFOOD 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten, menjadi saksi penting bagi dunia kuliner Tanah Air pada Jumat (6/11/2026). Penyelenggaraan yang memasuki tahun ke-27 ini terasa semakin istimewa karena menghadirkan ajang bergengsi Gelato World Tour - Asian Gelatiere Individual Competition. Kompetisi ini mempertemukan sepuluh perwakilan terbaik dari berbagai negara Asia untuk beradu kreativitas meracik es krim berkualitas dunia.
Di tengah dominasi negara-negara dengan tradisi kuliner mapan seperti Jepang, Korea, dan Perancis, Indonesia tampil memukau melalui perwakilannya, Chef Alvin Tanudjaya. Sebagai representasi dari Latteria Gelato, Alvin berhasil mengamankan posisi sebagai juara seleksi nasional untuk berlaga di kejuaraan tingkat dunia tersebut. Persaingan ini dinilai sangat ketat karena turut melibatkan para mantan juara dunia yang sudah berpengalaman dan mahir meracik bahan gelato.
Menghadapi para pesaing tangguh dari sepuluh negara Asia, Alvin memilih untuk tidak setengah-setengah dalam membawa identitas bangsa. Ia meracik sebuah mahakarya es krim yang sangat kompleks dengan menggabungkan 15 bahan lokal pilihan dari Sabang sampai Merauke. Pilihan ini diambil karena kekayaan bahan pangan Nusantara sangat beragam dan tidak cukup jika hanya diwakili oleh satu komponen tunggal seperti onde-onde atau klepon.
Perjuangan Cokelat Langka Berau dan Bahan Nusantara Pilihan
Kompleksitas rasa yang dihadirkan Alvin tercermin dari pemilihan bahan-bahan unik yang menggantikan bahan impor konvensional. Untuk produk susu, ia menggunakan Dini Horbo dari Danau Toba, yakni susu kerbau fermentasi yang memberikan rasa lebih lezat dibandingkan krim asal Perancis. Selain itu, ia memadukan Garam Kusamba asal Bali yang bersih dan minim rasa pahit, tiga jenis jeruk serta kopi Kintamani, gula batu Klaten, hingga black tea.









