*Program Narasemesta mengintegrasikan digitalisasi, penguatan kapasitas masyarakat, promosi destinasi, pengembangan atraksi wisata, dan perlindungan perjalanan.
*Desa Nyambu, Tabanan, dipilih karena memiliki potensi wisata alam dan budaya yang kuat. Sebanyak 61% wilayah desa merupakan lahan pertanian produktif yang ditopang 22 titik mata air dan sistem subak yang masih aktif.
TABANAN-fajarbali.com | PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo meluncurkan program Narasemesta Jasindo 2026 di Desa Wisata Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.
Mengusung semangat “Menjaga Warisan Nyambu Hari Ini untuk Menguatkan Desa dan Melindungi Perjalanan di Masa Depan”, program ini mengintegrasikan digitalisasi, penguatan kapasitas masyarakat, promosi destinasi, pengembangan atraksi wisata, dan perlindungan perjalanan.
Desa ini dipilih karena memiliki potensi wisata alam dan budaya yang kuat. Sebanyak 61% wilayah desa merupakan lahan pertanian produktif yang ditopang 22 titik mata air dan sistem subak yang masih aktif.
Selain lanskap persawahan yang asri, Desa ini juga memiliki 67 pura dan situs suci heritage yang menjadi bagian penting dalam merawat akar budaya Bali Mula.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan kekuatan Desa di Tabanan ini tidak hanya terletak pada potensi alam dan budayanya, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam mengelola kegiatan pariwisata.
Karena itu, kata Brellian, Narasemesta Jasindo dirancang dengan pendekatan yang selaras dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.










