Dorong Wisatawan ‘Stay Longer’, ITDC dan Naluri Manca Suguhkan Seni Spektakuler Cipta Rwa Loka

20260725_162446731
ITDC hadirkan seni spektakuler ‘Cipta Rwa Loka’ di Taksu Art Stage Peninsula Island, The Nusa Dua.

MANGUPURA-fajarbali.com | PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memantapkan langkahnya dalam mentransformasi kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran atraksi budaya bernilai seni tinggi bertajuk "Cipta Rwa Loka by Naluri Manca". Inisiatif strategis ini menjadi bagian dari implementasi program Customer Experience (CX) 100 Danantara, yang berfokus pada penyajian pengalaman wisata bernilai tambah melalui seni pertunjukan yang berkualitas, autentik, dan berkesan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebagai bentuk komitmen awal kepada publik, peluncuran perdana digelar secara cuma-cuma (free entry) pada Jumat, 24 Juli 2026, berlokasi di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua. Langkah ini diambil untuk mengenalkan konsep hiburan malam bernuansa edukatif yang memadukan filosofi tradisional dengan kemasan modern. ITDC berupaya melengkapi deretan fasilitas dan layanan berstandar internasional yang telah ada di kawasan tersebut, sekaligus memperkuat diferensiasi The Nusa Dua sebagai kawasan wisata terpadu yang kaya akan identitas dan nilai budaya lokal Bali.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menegaskan bahwa penambahan atraksi seni bukan sekadar hiburan semata, melainkan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan. “Kehadiran Cipta Rwa Loka menjadi bagian dari komitmen kami untuk memperkuat diferensiasi The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan fasilitas premium, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik, berkualitas, dan berkesan. Kami percaya bahwa pengalaman merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pengunjung sekaligus mendorong loyalitas wisatawan," ujarnya.

Pertunjukan spektakuler ini digarap oleh Naluri Manca, sebuah komunitas seni dan budaya Bali yang berdiri sejak tahun 2020 dengan rekam jejak prestisius di kancah nasional maupun internasional. Komunitas yang pernah menjadi salah satu peserta terbaik Indonesia's Got Talent Season 1 (2022) dan tampil di Organization of World Heritage Cities ini juga sukses memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2024 melalui pementasan kolosal multi-genre. Rekam jejak tersebut menjadi jaminan kualitas atas keindahan koreografi dan nilai estetika yang disajikan dalam setiap pementasannya.

BACA JUGA:  Jelajahi Bali Bersama: Paket Spesial Keluarga untuk Momen Tak Terlupakan di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali by Marriott International

Secara filosofis, Cipta Rwa Loka berakar kuat dari ajaran Rwa Bhineda, sebuah konsep kosmologi Bali tentang keseimbangan antara dua unsur yang saling melengkapi dalam kehidupan. Nama karya ini memiliki makna mendalam: Cipta mewakili kesadaran dan daya kreativitas manusia, Rwa melambangkan simbol dualitas, serta Loka merepresentasikan ruang kehidupan tempat dinamika tersebut berlangsung. Narasi filosofis ini dibungkus secara visioner melalui kombinasi musik, tarian, tata cahaya artistik, kostum memukau, serta teknologi visual dengan efek glow in the dark yang memanjakan mata.

Pihak kreator Naluri Manca menegaskan bahwa sajian ini dirancang untuk menyentuh sisi emosional dan spiritual penonton. “Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memanjakan mata melalui keindahan visual dan koreografi, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang harmoni kehidupan. Melalui Cipta Rwa Loka, Naluri Manca berupaya menjembatani warisan tradisi leluhur dengan bahasa seni modern agar dapat diterima secara universal oleh penikmat seni lintas generasi dan mancanegara,” ungkap perwakilan Naluri Manca.

Pasca-peluncuran perdana, pertunjukan ini dijadwalkan hadir secara rutin setiap hari Sabtu pukul 19.00–20.00 WITA di Taksu Art Stage, Peninsula Island. Mulai 1 Agustus 2026, pengunjung dapat menikmati atraksi malam (night-time attraction) ini dengan tiket seharga Rp250.000 per orang. Penyelenggaraan yang konsisten ini diharapkan dapat memberi variasi kegiatan malam hari bagi tamu yang menginap, sekaligus mampu memperpanjang durasi tinggal (length of stay) para wisatawan di kawasan The Nusa Dua.

Melalui sinergi ini, ITDC tidak hanya memperkaya ekosistem pariwisata berbasis budaya, tetapi juga membuka ruang ekspresi yang berkelanjutan bagi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif lokal Bali. “Melalui aktivasi ini, ITDC optimistis The Nusa Dua akan semakin dikenal sebagai destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari akomodasi berkelas internasional, fasilitas MICE, rekreasi, kuliner, hingga atraksi seni budaya yang autentik. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadikan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang berdaya saing global sekaligus mendukung transformasi sektor pariwisata nasional melalui implementasi program CX 100 Danantara,” tutup I Made Agus Dwiatmika. (M-001)

BACA JUGA:  Dorong Geliat Pariwisata, Trans Studio Bali "The Most Instagramable Theme Park in the World" Kembali Buka di Desember 2022

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top