DENPASAR-fajarbali.com | Menanggapi tingginya angka mobilitas dan risiko kecelakaan di jalan raya, Astra Motor Bali bersinergi dengan PT Jasa Raharja Cabang Wilayah Bali menggelar kegiatan edukasi safety riding. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Denpasar ini menyasar komunitas ojek online (ojol) sebagai pilar penting transportasi harian masyarakat. Sebanyak 70 pengemudi dari tiga aplikator besar, Gojek, Grab, dan Maxim turut serta dalam pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran berkendara aman.
Astra Motor Bali menilai komunitas ojol memiliki peran yang sangat strategis di jalanan Bali karena mobilitas mereka yang berlangsung hampir 24 jam. Tingginya intensitas di jalan raya membuat para driver ini kerap menjadi pihak pertama yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat terjadi insiden lalu lintas. Oleh karena itu, pembekalan yang tepat dinilai dapat memberikan dampak instan yang positif bagi keselamatan publik.
Dalam sinergi ini, para peserta tidak hanya diajarkan cara berkendara yang aman, tetapi juga dilatih memanfaatkan inovasi digital melalui fitur Lapor Laka pada aplikasi JRku milik Jasa Raharja. Fitur ini krusial untuk mempercepat penanganan korban kecelakaan pada masa krusial atau Golden Period. Melalui integrasi teknologi dan filosofi keselamatan dari Astra Motor Bali, para driver diharapkan mampu menjadi penyelamat di saat darurat.
Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi penuh dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali yang turut mengawasi jalannya kegiatan. Pihak kepolisian menekankan bahwa kecepatan penanganan di lapangan harus berjalan beriringan dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi dari para pengendara itu sendiri. Diharapkan, pelatihan ini mampu mengubah paradigma profesi pengemudi ojek online di mata masyarakat.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali, AKBP Inggit Widyasari, menegaskan pentingnya perubahan mentalitas para pengemudi ojol di jalan raya. "Penanganan cepat itu wajib, tapi disiplin berlalu lintas jauh lebih utama. Driver ojol harus bisa naik kelas, bukan cuma sekadar pengantar penumpang, tapi juga menjadi pelopor keselamatan di jalan raya," ujarnya di sela-sela acara.
Pada sesi praktik, para peserta dipandu langsung oleh Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yoseph Klaudius. Pelatihan difokuskan pada aspek-aspek krusial seperti penguasaan emosional, manajemen kecepatan, serta teknik mengantisipasi potensi bahaya di area titik buta (blind spot). Materi blind spot menjadi sorotan utama karena kerap menjadi pemicu kecelakaan fatal di jalur-jalur padat wilayah Bali.
Yoseph Klaudius menjelaskan bahwa kecakapan teknis harus diimbangi dengan kesadaran mental yang matang saat berkendara. "Fokus pelatihan kami tekankan pada penguasaan emosional, manajemen kecepatan, serta cara mengantisipasi potensi bahaya di area titik buta (blind spot) yang kerap menjadi pemicu kecelakaan di jalur-jalur padat Bali," tuturnya.
Melalui pembekalan intensif ini, Astra Motor Bali secara konsisten terus menggaungkan komitmen keselamatan melalui kampanye #Cari_Aman. Program ini mengemas keselamatan berkendara sebagai bagian dari gaya hidup yang keren dan bertanggung jawab. Sinergi gotong royong ini menjadi bukti nyata komitmen Astra Motor Bali untuk selalu Satu HATI dalam memberikan pelayanan terbaik, rasa aman, dan perlindungan di setiap perjalanan masyarakat. (M-001)










