Di Tangan Miss Ayu, Matematika Dijamin Menyenangkan bagi Anak-anak

IMG-20260515-WA0013
Ni Kadek Ayu Sudiasih alias Miss Ayu. (ist)

DENPASAR-fajarbali.com | Dari dulu matematika menjadi pelajaran yang paling tidak disukai oleh sebagian besar pelajar. Di sebuah kelas, umumnya anak yang menyukai matematika bisa dihitung dengan jari sebelah tangan.

Tanpa disadari, pelajaran yang identik dengan rumus dan angka ini, melahirkan disharmonisasi antara guru pengajar dengan peserta didiknya. Kehadiran guru matematika seolah tidak diharapkan oleh sebagian besar pelajar.

Bahkan, banyak cerita di satuan-satuan sekolah, anak-anak melompat kegirangan jika guru mata pelajaran matematika tidak masuk, entah karena rapat, sakit atau ada kepentingan lain yang mengharuskan yang bersangkutan izin. Lantas, apa yang salah dari sederet fenomena tersebut?

Seorang guru muda, Ni Kadek Ayu Sudiasih, mencoba membongkar 'mindset' yang terlanjur mengkristal itu. “Matematika itu sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan anak-anak," ucap pemilik sapaan karib Miss Ayu, Jumat (15/5/2026) di Denpasar.

Miss Ayu berpandangan, anak-anak sering membenci matematika karena pendekatan pengajaran yang abstrak, membosankan, dan monoton, yang membuat mereka sulit memahami konsep dasar.

Kemudian diperparah dengan rasa cemas berlebih atau math anxiety akibat pengalaman negatif, seperti dimarahi orang tua saat belajar atau dimarahi guru. Dari sisi pengajaran, kemungkinan guru terlalu fokus pada hafalan rumus, bukan pemahaman konsep.

Padahal, lanjut Miss Ayu, matematika tidak akan terkesan rumit jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Serta penguatan konsep dasar seperti perkalian, pembagian dan pengurangan.

"Banyak anak tidak menyukai matematika bukan karena mereka tidak pintar, tetapi karena mereka sudah merasa takut terlebih dahulu. Rumus dianggap rumit, angka terlihat membingungkan, dan suasana belajar yang terlalu tegang sering membuat anak kehilangan rasa percaya diri," ucap guru di SDTK Pelita Hati, Denpasar tersebut.

BACA JUGA:  Perdiknas Tak Mau Dosen "GBHN" dan Utamakan Kenyamanan Pribadi

Karena itu, Miss Ayu memilih metode belajar yang lebih santai, interaktif, dan menyenangkan. Dalam proses mengajar, ia sering menggunakan permainan kecil, cerita sederhana, hingga contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

"Dengan suasana belajar yang nyaman, anak menjadi lebih berani bertanya, mencoba, dan tidak takut melakukan kesalahan," imbuh pengajar kelahiran Denpasar 22 Juli 2000 ini.

Kedekatan Miss Ayu dengan murid-muridnya juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak anak merasa betah belajar bersamanya. Dedikasi Miss Ayu di bidang pendidikan diwujudkan dengan mendirikan Bimbingan Belajar Halpa Edukakasi.

Berkat mendidik dengan hati, ada beberapa anak yang bertahan hingga delapan tahun di bawah bimbingannya. Bagi Miss Ayu, hal tersebut bukan hanya tentang belajar matematika, tetapi juga tentang membangun rasa percaya, kenyamanan, dan semangat belajar sejak kecil.

Sebagai guru muda yang belum menikah, Miss Ayu mengaku masih memiliki semangat dan energi tinggi untuk terus berkembang dalam dunia pendidikan. Ia percaya bahwa guru bukan hanya mengajar pelajaran, tetapi juga membantu membentuk rasa percaya diri anak-anak untuk menghadapi masa depan mereka.

Melalui cara mengajar yang penuh kesabaran dan suasana belajar yang menyenangkan, Ni Kadek Ayu Sudiasih ingin membuktikan bahwa matematika bisa menjadi pelajaran favorit apabila diajarkan dengan hati dan pendekatan yang tepat. (gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top