AMLAPURA-fajarbali.com | InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mempertegas komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan nilai budaya di Pulau Dewata. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ITDC secara resmi menyalurkan bantuan berupa 15 unit tong sampah kepada panitia pelaksana upacara Ida Bhatara Turun Kabeh. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah di tengah antusiasme ribuan umat yang memadati kawasan suci Pura Agung Besakih.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, didampingi tim TJSL ITDC, dan diterima dengan hangat oleh Panitia Karya di Pura Agung Besakih. Kehadiran sarana pengelolaan sampah ini diharapkan mampu menjamin kenyamanan pemedek (umat) sekaligus memastikan pelaksanaan upacara keagamaan tahunan ini tetap berjalan khidmat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menjaga estetika dan kesucian pura selama ritual berlangsung.
“Program ini bukanlah langkah perdana, melainkan kelanjutan dari rangkaian inisiatif serupa yang telah diimplementasikan ITDC di berbagai pura strategis di Bali. Dengan konsisten menyediakan sarana pengelolaan limbah, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, terutama saat momen sakral yang menghadirkan massa dalam jumlah besar. ITDC memandang bahwa kebersihan kawasan suci adalah fondasi utama dalam menghormati nilai-nilai spiritual masyarakat lokal,” jelas Agus Dwiatmika.
Agus Dwiatmika menekankan bahwa kontribusi ini melampaui aspek teknis kebersihan semata. Menurutnya, bantuan ini adalah wujud nyata dari upaya perusahaan dalam menyelaraskan aktivitas pariwisata dengan perlindungan budaya dan ekosistem. ITDC terus mendorong praktik pariwisata berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas di kawasan suci sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi Bali yang luhur.
Lebih lanjut, Agus Dwiatmika menjelaskan bahwa melalui payung TJSL, ITDC ingin menghadirkan manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar. “Fokus utama perusahaan adalah memastikan bahwa agenda besar seperti Ida Bhatara Turun Kabeh tidak hanya sukses secara ritual, tetapi juga unggul dalam aspek keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan filosofi harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta yang menjadi napas kehidupan di Bali,” ujarnya.
Secara korporasi, ITDC terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap gerak langkahnya. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan dan pelestarian yang berdampak jangka panjang. Dengan sinergi yang kuat antara sektor pariwisata dan komunitas adat, ITDC optimis dapat terus mendukung terjaganya warisan budaya Bali di tengah tantangan zaman yang kian dinamis. (M-001)









