Disapu Banjir Bandang, SD N 5 Banjar Lumpuh

sekolah
Sekolah SD 5 Banjar yang terendam oleh lumpur

BULELENG-fajarbali.com | Banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 19.00 wita yang menelan korban jiwa sebanyak tiga orang sedangkan satu orang warga yang dinyatakan hilang, hingga hari ketiga terus dilakukan pencarian diseputaran Sungai Mendaum hingga ke Pantai.

Dalam peristiwa tersebut, puluhan rumah, kendaraan serta hewan peliharaan milik warga juga dikabarkan ikut terseret arus banjir bandang bahkan satu sekolah yang ada di Dusun Melanting, Desa Banjar yakni Sekolah Dasar (SD) 5 Banjar kini lumpuh akibat ruangan kelas IV, V dan VI terendam oleh lumpur yang dibawa banjir bandang.

Pantauwan dilokasi kejadian para pihak sekolah yang dibantu beberapa warga masyarakat melakukan pembersihan terhadap sekolah tersebut namun hingga dihari ketiga pasca bencana sekolah yang ada di pesisir Sungai itu masih terendam lumpur akibat banjir serta puluhan rumah warga yang terdampak masih terendam oleh lumpur yang dibawa banjir bandang.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menghimbau kepada seluruh tim yang ikut melakukan evakuasi hingga pencarian terhadap korban yang belum ditemukan agar terus berupaya melakukan pencarian hingga evakuasi rumah warga yang terdampak.

“Kita sudah optimalkan kepada seluruh petugas agar bergerak cepat melakukan pencarian serta pembersihan terhadap rumah warga dan sekolah yang terdampak yakni SD Negeri 5 Banjar yang kini lumpuh akibat masih tergenang dengan lumpur,”harap Sutjidra saat meninjau korban bencana banjir bandang, Minggu (8/3/2026) pagi.

Lebih jauh tutur Sutjidra dari hujan lebat yang terjadi Jumat Malam, sebanyak lima kecamatan yang terdampak bencana. Dimana kelima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Banjar yang paling parah, kemudian Kecamatan Seririt, Sukasada, Buleleng dan Kecamatan Busungbiu.

“Lima kecamatan yang terdampak akibat hujan lebat yang terjadi pada Jumat malam. Ada yang mengalami banjir, longsor namun yang paling parah terjadi di Desa Banjar hingga menelan korban jiwa,”lanjutnya.

BACA JUGA:  Tidak Lolos Dalam Seleksi PPPK, R4 Datangi DPRD Ungkapkan Kekecewaan

Dari peristiwa tersebut, pemerintah bersama dengan tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban serta pembersihan rumah-rumah warga yang terdampak akibat banjir bandang.

“Dari Tim kita terus berusaha melakukan pencarian terhadap korban dan pembersihan material lumpur dirumah-rumah warga yang terdampak,”ucapnya.

Lebih jauh tutur Bupati Sutjidra dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dipasang sebesar Rp 5 Milyar akan dilakukan penambahan hal itu akibat kejadian bencana banjir bandang serta kejadian bencana di lima kecamatan yang terjadi.

“Dari anggaran belanja tidak terduga yang dullunya hanya lima milyar kita nanti akan melakukan penambahan. Kami optimalkan dalam pencarian korban yang hilang setelah itu akan dilakukan rehabilitasi dimana warga yang rumahnya perlu direhab atau dibangun ulang dan yang terakhir yakni perlindungan social bagi masyarakat yang terdampak bencana,”ucap Sutjidra.

Dilain sisi menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa menuturkan dari hujan lebat yang terjadi sebanyak lima kecamatan yang terdampak dengan total kejadian sebanyak 94 kejadian.

“Kalau kita melihat sebanyak lima kecamatan yang terdampak hujan lebat dimana secara keseluruhan tercatat sebanyak 511 Kepala Keluarga (KK). Paling parah itu terjadi di Desa Banjar dengan total KK yang terdampak khusus mencapai 253 KK yang tercatat terdampak,”tutur Suyasa. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top